hangat segelas teh berubah dingin ditiupkan angin saat menunggumu selimutku tak mampu mendekap erat dingin yang menyergapku perlahan gerakku kaku menyirat dedaunan beku tak berkutik untuk menunggumu lelahku hilang memeotong gelisah yang semakin terpisah jauh sekedar menunggumu gelasku dingin selimutku tak mampu mendekap kaku gerakku sekedar menunggumu! sekedar! ...
harapku cuma beralun menyebar di lantai rumahmu harapku cuma bersenandung tanpa irama yan benar karena aku memang tak mampu harapku cuma berbisik bersama angin dalam gelapmu harapku tinggal menyayat menggentungku di tempat yang kau janjikan dulu ...
Jangan bangunkan aku dalam mimpiku kali ini biar aku tetap terperangkap semu aku belum tegar aku tidak tegar benar, aku masih menitikan duka di pagi hari siang dan malam ini aku bukan merasa kehilangan tapi aku hany atak bisa menyangka biar mimpiku menjauhkan nyataku biar mataku terpejam mengarungi maya aku belum tegar dalam lamunanku segalanya berubah ketika aku mencoba mengetahui segala makna kehidupan...
...
maafkan aku, aku belum tegar belum tegar menghadapi segala kemungkinan maafkan aku, karena aku belum bisa berhati-hati kenapa setiap rahasia tidak bisa tetap terbungkam? aku telah kalah sekarang kalah oleh waktu dan pemikiran maafkaan aku, aku belum tegar maafkan aku, karena aku kini benar-benar mencintaimu maafkan aku, tangis hatiku terus mengalir tanpa aku tahu sebabnya aku cuma berada disini sendiri, menulis kisah tanpa...
desir itu datang, mengetuk hati mengisi hati pejamkan mataku! agar aku mengira ini mimpi, pejamkan mataku! katakan semuanya semu matahari kemudian mencegahnya ini bukan mimpi! bukan semu; sanggahnya lalu ku tatap senyum teriknya matahari masih sama dan desir itu ada semakin garang aku tidak ingin pulang! aku masih ingin disini! memandang matahari bersamanya berkisah tentang wewangian semerbak bunga yang tersembunyi di balik tawa...
aku berada dalam ranah kehampaan seperti tak ada kawan tak bisa berbagi kisah walau dalam perumpamaan pikirku menjelajah setiap masa tengah masa lalu dan masa depan ranah kehampaan sehingga airmata mengalir tanpa disangka aku mencari apa? salam pikirku yang terlamun setiap saat perkiraanku ada dalam apa? ah, angin aku merindukan senandung bahagiamu ah, angin aku sendiri tak mengerti senduku ini hampaa... aku butuh...
update! update! ini yang ditunggu-tunggu saya buat nulis kejadian ketika menjalankan proses membaca, mendiami serta menjawab soal UAS. huaaahuuuaaa saya kebagian ruang 7, dan tahun ini UASnya disatuin sama kelas lain, jadi sebagian di ruangan lain, sebagian lagi di ruangan yang saya tempati. yaah, seperti UTS kemaren, hari pertama emang nggak enaaak banget :( nasib saya sial kembali. Bertepat di hari senin, tanggal...
ah malam ini, aku tak bisa mencipta sebait kata-kata yang tersusun dalam diksi yang bermakna ah, malam ini asaku terambil kembali dalam gundah dan amarah denting musik, pernyataan dan ocehan semua mengusikku bintang di luar sana bertabur indah, sementara aku terkurung dalam kamar dipaksa bermimpi dalam temaram sinar neon ah, malam ini sepatah kata pesan tak bisa ku kirim pada mereka disana diksi...
aku pernah menulis sebuah perjalanan. yang lama aku telusuri tanpa aku tahu kemana ujungnya akan berhenti. aku mendapati segla seluk-beluk dan tujuan arah perjalanan tak pernah luput dari rintangan. aku menemui banyak sekali orang-orang, ada yang menatapku penuh kekaguman dan yang menatapku penuh kebencian. aku menerima itu semua sebagai kasih sayang, perhatian dan cobaan, dan semuanya mungkin tidak akan tahu bahwa aku selalu...
ngomongin pendidikan indonesia sekarang, weleeh, ga usah di omongin, diliat dan dicermati juga udah cukup untuk membuktikan bahwa pendidikan indonesia sekarang ini, sudah ngawur kemana-mana. kedekatan guru sama siswanya udah dekeet banget, kaya temen bahkan saudara. Sampai-sampai siswa pun kadang udah nggak mematuhi sifat hormat dengan yang lebih tua. Kalau kebanyakan siswa masa lampau, kita bisa lihat betapa gigihnya mereka untuk mendapatkan ilmu...
tuliskan aku satu cerita dalam bintang benderang di langit malam ini berikan aku makna kehidupan yang ditabur layaknya kerlap bintang malam ini tunjukkan aku jalan yang kerlap-kerlip seperti berbintang malam ini tujukkan aku perjalanan ditengah bintang yang tampak indah malam ini tabur makna tulis cerita bimbing jalanku seindah bintang Bogor, 19 Desember 2009 ...
Dalam langkah kita siang itu, menuju jalanan ditengah terik dan lelah, engkau bercerita padaku akan sebuah kemarahan. Dalam langkah kita yang perlahan menuju surau, aku tetap mendengarkanmu,tapi entah apa yang harus aku katakan untuk menjawabnya. Dan engkau berkata padaku, ini perjalanan yang terakhir.Terakhir berkisah, terakhir bersama dan terakhir mengurai senja. Aku benar tak menyesal mengenal engkau, yang berbeda dengan siapapun mungkin. Aku benar...
engkau, serpihan-serpihan kaca yang terbuang ketika hatiku terpecah dulu engkau, menyusun serpihan-serpihan hatiku kembali, jauh lebih indah jauh lebih baik kemudian engkau pasang sepasang sayap dalam kaca hatiku engkau rekatkan begitu erat agar aku tak mudah goyah sayap itu membawaku terbang menjauh dalam kelam mengarungi angkasa aku, cermin baruku dan sayap yang engkau pasang perlahan menghampirimu, kemudian bunga-bunga menyempurnakan semerbaknya Bogor, 14 Desember...
terjang ombak saat ini bergelombang dahsyat dan engkau berkata padaku, ini sebuah perjalanan hidup kembali cobaan dan uji serta pengorbanan yang besar kita hanya membutuhkan kepercayaan diantara dua hati kita ini terjang ombak yang tak biasa, kau berucap padaku, jika burung-burung yang mengantarkan senjaku tak terlihat, lihat lewat hatimu jika pelangi belum menghiasi rinaimu jangan kau kira aku tak melukiskannya dihatimu biar nanti...
ketika aku berada dalam kehampaan di gelapnya malam pada buntunya malam meringkuk tubuhku di tepian lorong menunggu sinar datang ketika aku berada dalam kesunyian merindukan benderang cinta yang datang mengadah aku dalam tangisan seuntai tali mengulur padaku kemudian, secercak sinar menyeruak dari celah yang terlupakan benderang sinar itu ada dalam sebuah surau menuntunku... berucap pada-Nya Bogor, 14 Desember 2009. 15.40 ditengah surau, ...
dalam setiap perenunganku aku masih berandaai pada laut yang di dalamnya tersimpan ombak, angin, bebatuan, pasir, langit, camar dan matahari sebuah perkumpulan yang mengahsilkan kesejukan segalanya... tentang keheningan dan ketenangan dalam setiap lamunanku, dari kejauhan di tempatku disini, duduk termangu aku masih berandai berada di puncak gunung mendengar harmoni, simpfoni pepohonan menikmati kesegaran yang dibawa angin segalanya, dalam alam tentang keheningan dan ketenangan...
mengurai waktu, berjalan dalam sebuah kehidupan saat kau sendiri, duduk menanti dalam sebuah perenungan yang kau tatap langit dan matahari jalanmu di kehidupanmu kadang gelap kadang benderang mendengar sesuatu yang syahdu atau menyakitkan lawanmu menantimu kawanmu menemanimu dimana engkau bisa memilih ketika burung yang menggiringmu tersesat tak tahu arah dimana engkau bisa memilih ketika angin bisu untuk mengucap tanyakan pada bebatuan! atau gemuruh...
dalam rintiknya hujan, yang gemuruhnya menggertakkan kehidupan jangan kau tanya, akan kasihnya dari pandangan matanya yang menyimpan cinta jangan kau tanya, akan pengorbanannya di tengah guntur yang mengubah damai menjadi gelisah jangan kau takut, sebab dia datang tanpa kau minta kehangatan tanpa kau damba datang tanpa perkiraan derai airmata kehidupanmu, bukan menjadi masalah baginya untuk diurai dia mengubah hujan menjadi butir-butir mutiara dia...
hmm, interneet baru nyambung lagi, akhirnya bisa ngeblog. waaaw, ga nyangkaaa ada yang merindukaan sayaa juga :) hahaaa. aduh maaf yaaa... pas liat blog, ternyta ada yang ngirimin awaard ! heuheu makasiii ...
seharusnya aku tidak memulai semuanya atau bahkan menjalani semuanya. seharusnya aku perlu mempercayai semua perkataan orang-orang akan sebuah tindakan yang kini kuambil. bukan, aku bukan seseorang yang menginginkan kesempurnaan, aku bukan orang yang pandai dalam melihat sebuah kepribadian. aku hanya ingin kejujuran, bukan sebuah kebohongan. seharusnya aku tidak boleh banyak berharap akan jalanku ini, yang sudah kutahu jalannnya ada yang curam dan banyak...
rembulanku menjelma dari harap menjadi nyata dari suram menjadi benderang dari duka menjadi suka dari kebersamaan menjadi cinta rembulanku tetaplah dengarkan aku sekedar untuk bercerita bintangku tetaplah engkau menyimpan harapku agar bertebaran menjadi lampu-lampu hati ...
beritahu aku dalam gundah gulana ketika aku harus siap menemuimu cukup sekali saja beritahu aku bahwa aku keliru mulai mengganggapmu warna yang hadir dalam putih hitam hatiku beritahu aku arti rinai yang berderai ketika hadirnya perenungan seperti kehilangan beritahu aku mengapa rembulan datang kemudian setelah senja usai dan kelam tiba beritahu aku mengapa harus setiap senja saja aku berbahagia datangkan awan itu padaku...
aku dan kamu bertukar cinta yang lampunya masih gelap gulita Yang heningnya masih menyimpan lara aku dan kamu menukar kata yang suaranya masih terdengar letih aku dan kamu bertukar rasa yang masih geram dalam gemuruh ombak ...
*baru bisa diposting hari ini!* update diary! Update diary! pengeen menceritakan sesuatu di senin ini : 07 Desember 2009. akhiir tauun, ulangan praktek! hari ini saya berangkat kirakira pukul 08.00 dari rumah. nyampe sekolah yang pasti jam 08.30. yeaah, niatnya emang mau latian drama bahasa indonesia, karena saya adalah sutradaranya! waa, ampe sekolah. sepiii... banget. ya udah, saya ke kamar mandi dulu, pas di...
waktunya sudah tiba dan derai rinai kembali menyambutnya aku bukan ingin sekedar kebersamaan dulu tapi kehilangan itu seketika menyelimuti guntur itu, rinai itu beri tahu aku angin, bahwa aku mengamatimu pada dedaunan aku bertanya dalam perjalanan aku diberitahu aku tidak percaya sepenuhnya pada sekedar pernyataan aku mengamatimu kau sendiri yang memintanya tapi kini, ketika rembulan mulai menunjukkan sinarnya aku bisa melihat belati itu...
aku lihat rembulanmu yang benderang sinarnya itu pada lentera malam yang tak pernah ku duga melukiskannya aku teringat senyuman itu kembali dalam rembulan dan mereka datang bintang menghiasinya pilih aku rembulan diantara banyak bintang yang benderang sebab hanya aku yang kini merasa di dekatmu meski arakan awan malam ini tak terpandang jelas lewat kasat mata karena sinarmu benar benderang menyinari kehampaan dan kisahku...




web : web design *ribeet kodee -.-* design cover : cover majalah yang udah ada, cuma di ganti namanya :) ...
kemaren! sehari sebelum peristiwa mengenaskan hari ini *pembunuhan dimana-mana*. hehehee tanggal 26 november 2009, tepatnya hari kamis. hari ini harusnya ada ulangan kimia, saya tidur sampe jam 12 malem garagara nyari naskah drama plus ngerjain bikin soal ulangan produktif bantuin temen saya. heuheu besoknyaa, hujaan! dan sialnya, saya berangkat ga dianterin, jalan kaki. abis gitu roknya tibatiba kotor -,- nyampe sekolah masih lumyan banyak...
...
aku ingin mengusir keluhku pada seuntai melati yang semerbaknya bisa membuyarkan bayangmu aku ingin mengusir gundahku tentang seribu pertanyaan yang merayap perlahan setiap malam aku ingin mengusir penatku pada mentari yang sinarnya menjelaskan segalanya yang semu, tanpa waktu yang pasti ...
ketika, angin membisikan padaku tentang sebuah kerinduan aku ingin menepisnya ketika, desir ombak berdesir dalam hatiku tentang sebuah rasa aku ingin mengeringkannya ketika, burung-burung datang padaku menemaniku dengan kepakan sayapnya aku ingin mengusirnya ketika, pasir menguburkan senja mengubur arap aku ingin dia hilang ...
senin! 23 November 2009! Bad Day! heuheu bad day. saya lagi shaum. tadinya, jam 8 saya udah siap mau ICC. tapi tiba-tiba aja cape, padahal semalem sebelumnya saya udah sms-in temen-temen saya buat dateng ICC. -,- eh sayanya malah ga jadi dateng. sudahlah, saya habiskan ngenet aja dirumah, sambil nyari inspirasi. taunya engga dapet -,- kayanya saya mulai mengalami gejala bosan untuk ngenet....
menerka setiap tatapanmu yang kini terasa berbeda bukan tatapan teduh penuh makna menerka setiap gerakmu yang kini semakin menjauh membuat kita berjarak menerka setiap perkataanmu yang kini malah membisu jauh dari gelak tawa ...
senja membawaku pada sepenggal kisah itu... terbenamnya mentari, jingganya angkasa, serta burung yang menghantarkanku pulang membawa kisah itu, yang kau ceritakan padaku untuk kau titip pada angin malam agar aku mengingat. yang kau titip pada mentari untuk kau amanatkan pada rembulan Ketika pegunungan itu jelas ada dalam pandanganku, aku menyadari pasti jauh dari bayangmu tapi, satu hal yang ini aku ucap dalam perjalanan...
aku datang kembali semuanya asing ikan-ikan bertukar peran nelayan-nelayan bertukar waktu aku datang kembali semuanya asing mega-mega saling berlomba mencapai langit senja merah bercampur pekat aku datang kembali semuanya asing segalanya, waktu dan tempat semua berbeda. beda dari tempo dulu aku kembali, dan aku hanya bisa berduka pepohonan berubah warna subur tanah berubah kerontang aku kembali, dan aku menyaksikan segalanya kemelut air mata...
pagi ini aku dikejutkan oleh seorang kawan, yang beberapa hari lalu. dia bersedih tanpa sebab. Oh yaa, bersedih tanpa sebab, menangis tanpa sebab. ah, saya hanya bisa menghiburnya sebisa saya, sebisa yang saya coba untuk membuatnya tegar. daan, kemudian pagi ini, setelah semalam aku sama sekali tidak mendapat kabar lagi dari dia seusai adzan isya. ternyataa ada kesedihan yang menyelimutinya. jawaban atas...
Album : Sepotong Episode Munsyid : edCoustic http://liriknasyid.com Dunia ini masih seluas yang kau impikan Tak perlu kau simpan luka itu Sedalam yang kau rasa Memang ada waktu Agar kau bisa kembali semula Percayalah padaku Kita kan bisa melewatinya Reff : Jangan bersedih oh kawanku Aku masih ada di sini Semua pasti kan berlalu Aku kan selalu bersamamu (2x) Jalan hidup tak selamanya...
aku kembali pada mimpi itu, yang keempat kalinya. Dia hadir kembali dalam kehidupan semu itu, ada senyumnya kali ini, lebih jelas raut mukanya, lebih jelas tempatnya.aku melukiskan senyum padanya, malah menggambar tawa. pernah aku bermimpi menulis sajak-sajak dibawah rembulan yang terang benderangnya masih aku rindukan hingga sekarang.bukan, ini mimpi yang aneh. Untuk keempat kalinya. menyambung, seperti ada maksud.apakah rindu? ataukah resah? atau pertanda...
kembali aku memikirkannya entah tuhan begitu sayang padaku hingga segala benturan batu menghantam hati dan pikirku tentang engkau, kawan yang sudah lama bagiku engkau menghilang dari sisiku engkau yang hilang bersama senyummu di pagi hari atau sapaanmu menjelang petang padaku tentang engkau, kawan yang kulihat bukan dirimu lagi kini yang kudengar bukan kata ramah diucapkan aku rindu ketika kita berjalan menuju surau aku...
mimpi, aku kembali bermimpi untuk kesekian kalinya, dan kali ini mimpi itu bersambung sampai episode ketiga. namun jalan ceritanya tetap bermakna sama, aku tidak mau menangisi hal itu. karena yang terkandung dalam mimpi asalnya bukan dari hal yang baik. huuuaaa, kemudiaan oranglain juga selalu mimpi tentaang aku, huaaah. mencurigakan memang jalan hidup :( *postingan ngaco sebelum tidur, saking pengen nge update postingan* ...




...
ganti skin! yeyyeee. internet hari ini bersahabaaat ...
Jangan dicoret-coret martabat bangsa yang tertera pada dinding museum yang terhampiri hanya oleh angin jangan di coret-coret kebisingan perjuangan yang mewarnai merah-putih jangan dicorengkan teriakan, kebisingan deru senjata kayu telah menimbangkan penjajah Keluar Ibu Pertiwi 10 november, hari pahlawan. 14.25 ...
ada yang bertanya padaku tentang roda kehidupan dan aku menganggapnya sebagai ukiran kehidupan ada yang bertanya padaku tentang realita kehidupan dan ku anggap semua sebagai pengembalian ada yang bertanya padaku tentang rahasia padaku tentang waktu, tempat dan masanya dan kuanggap semua sebagai rahasia tersendiri semata ada yang bertanya padaku tentang artinya sebuah kehidupan dan kuanggap semuanya tidak akan kekal ada yang bertanya padaku...
menguntai senyummu yang semalam berpisah oleh rembulan menguntai tawamu yang semalam menebar diantara berbintang menguntai ucapanmu yang semalam terombang ambing berantakan oleh angin menguntai senyummu menguntai tawamu setelah aku mengurai seras derai hujan menguntai senyummu setelah mentari pagi ini selesai mengurai embun 2 november 2009 ...
dua hari yang berbeda saya mau cerita. dua hari yang berbeda yang bikin hati saya miris ga terkirakan. miris? iya miris. cerita pertamanya hari sabtu, inget! catet! tanggal 7 November 2009. yang internetnya baru aja bener pas jam 18.00 saya nyampe rumah. dan benernya cuma sekitar 1-3 jam aja, terusnya matinyalamatinyala mati! *status FB dibawa-bawa* saya berangkat jam 12 hampir lebih setengah jam,...
aku merasa aku rapuh untuk hatimu, kepada hatimu dan aku berhasil menangis sepanjang perjalanan aku berharap hujan menghujamku, tapi hujan hanya turun dalam hatiku. dalam hatiku yang kini makin deras menurunkan duka. kenapa rasa ini harus ada, harus terjadi dan akhirnya begini teruntuk hatimu disana, sepanjang pulang aku memikirkan semuanya, yang telah kita lalui, yang telah kita bicarakan haruskah berakhir hanya seperti ini?...
aku hanya mencoba tidak menganggap cinta dan mengarungi cinta lebih dalam kembali. aku hanya mencoba membuang masa lalu yang pahit serta pemikiran masa lalu yang kuanggap masih lebih kekanak-kanakan daripada sekarang. aku hanya mencoba tidak menyelami yang kusebut cinta lebih dalam. kubatasi hanya sampai disini, tidak akan lebih dan tidak mungkin kubiarkan kuarungi lebih jauh. sebab aku pernah melihat jurang-jurang kesedihan jika kuselami...




photo nan kereen pas perjalanan mudik ditengah perjalanan malam hari. waaw ...
lama saya nggak update ini blog. udah berapa lama pemirsa? ampe saya kangennya ga ketulungaaan. huaaa... hambatan pertama, karena emang internet dirumah saya engga bisa samasekali, dan ampe detik ini pun koneksi internetnya masih gambar komputer dua mati plus tanda silangnya *meen, samasekali ga koneek*. hambatan kedua, karena emang sewaktu harihari itu komputer full dipake adik tercintaah buat ngerjain katul plus kailnya dia...