Hari Terakhir

By Nayla Nuha - Desember 15, 2009



 Dalam langkah kita siang itu, menuju jalanan ditengah terik dan lelah, engkau bercerita padaku akan sebuah kemarahan.

Dalam langkah kita yang perlahan menuju surau, aku tetap mendengarkanmu,tapi entah apa yang harus aku katakan untuk menjawabnya.

Dan engkau berkata padaku, ini perjalanan yang terakhir.Terakhir berkisah, terakhir bersama dan terakhir mengurai senja.

Aku benar tak menyesal mengenal engkau, yang berbeda dengan siapapun mungkin. Aku benar tak menyesal menyukaimu, dan tak ingin perasaan itu luluh begitu saja.

Semua perjalanan panjang itu, aku selalu mengingatnya, sejak pertama hingga kedekatan kita kahir-akhir ini.
Mengetahui ini yang terakhir, aku ingin menangis. entah haru atau sendu. aku bukan mengira ini sebuah perpisahan atau kehilangan. sebab, aku sudah mengerti semuanya, tentang terakhir ini dan tentang perdebatan kita.

Tidak, aku tidak ingin membuka semua perasaanku untuk diucap di depanmu hanya saja, aku ingin membukanya saat kita benar-benar memahami hakikat sebenarnya.

Dalam akhir perjalanan sore itu, aku buat sebait puisi dalam surau itu setelah mendengar adzanmu berkumandang :)

Ini tekahir aku menangis haru, menapaki perjalananku denganmu. Penuh dengan perbincangan orang yang tidak kita gubris, penuh dengan pengorbanan, penuh dengan semangat, penuh dengan kisah dan penuh dengan tanda tanya.

Aku menganggapmu bukan kawan, lebih dari sahabat.
seseorang yang istimewa :) bimbing aku!

  • Share:

You Might Also Like

7 komentar