sisi melankolis

By Nayla Nuha - Maret 13, 2014

Malam ini akhirnya saya tidur sendiri. Kamu tahu? Ketika malam-malam yg sendiri kadangkala kuhabiskan waktu tanpa menimbang-nimbang jam.

Menonton film serial, membuka file2 foto, membuka-menutup akun facebook karena tidak ada yang dicari, atau sekedar keinginan mengobrol dgn orang-orang yang jauh disana.

Saya malah memakai waktu sisa ini untuk menulis. Rindu juga nulis puisi. Tapi seminggu ini saya kehilangan cerita-cerita. Semua berjalan begitu saja. Tugas, organisasi, rapat, waktu kosong yang terbuang dan tiba-tiba saya akan selalu ingat sesuatu...

Seminggu yang lalu, bahkan banyak dari mereka masih mengulangnya, mengingat-ingat, melihat-lihat foto atau mempublishnya di jejaring sosial. Tapi bagi saya, sungguh bukan itu yang menjadi penghargaan atas mimpi-mimpi, mungkin ini terdengar terlalu sederhana. Bukan mimpi ingin pergi ke negara lain, tapi mimpi dari doa yang terkabulkan... Hey, sederhana kan? Jika kamu tahu, itu hanya doa sederhana yang saya ingin ucapkan setiap saat. *apasih*

Padahal saya sungguh2 ingin bertanya, adakah orang2 yg menyukai payung yang sama seperti orang2 penyuka hujan? Tapi kamu jawab tidak tahu. Ah, kadang pertanyaan2 semacam itu tidak ada yang mengganggapnya serius ya.. Hahaha

Ya, saya harus merasa bahagia. Apapun itu, karena saya harus merasa cukup melihat orang-orang yang menjadi lebih beruntung... :)

Hey, kenapa saya jadi ingin menangis...
Ah sudah malam, nanti ada yang mengirimkan pesan singkat dan bilang 'jangan tidur larut'

Jangan terlalu takut. Jika terlalu banyak. Pejamkan matamu.. Seperti kamu yang tertidur diatas lantai dan bangun dgn terbatuk2, mata perih dan badan yang mulai hangat...

Ini malam yang akan jd sebentar,
Selamat tidur...

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar