Tipe Kerjaan (saya)

by - Juli 16, 2016

Mungkin banyak orang yang berusaha mencapai cita-citanya sebaik mungkin
menata step by step menuju cita-citanya.
Mencari lingkungan dan orang-orang yang menjadi panutan untuk sebuah cita-cita yang akan digenggamnya.

Tapi tidak teruntuk sebagian orang lain di dunia ini. Yang kadang melihat cita-cita lewat jendela berbeda. Bukan karena mereka inginkan hidup kaya raya, tapi lebih kepada hidup tenang dan menyenangkan.

Ada sebagian orang yang melarikan diri dari kenyataan hidup yang berlomba-lomba mendapatkan harta. Ya, karena memang 'life is money' gak ada uang, emang gak bisa hidup. Jaman sekarang, uang seperti mengatur segalanya, bahkan hidup seekor semut pun *eh lebay

Untuk sebagian orang, termasuk saya. Yang dicita-citakan layaknya seorang perempuan bukan ingin bertumpu pada seorang laki-laki kelak yang menemaninya berjalan beriringan, hanya saja, saya tidak suka pekerjaan terikat, saya tidak suka pekerjaan yang harus membuat saya lelah pada sesuatu yang tidak saya suka.

Ada juga sebagian orang yang mereka tidak masuk kategori 'orang pantang menyerah' yang lebih kearah 'orang yang tahu diri' yang bisa mengukur kualitas dirinya sendiri atas pekerjaan yang digelutinya.

Contohnya saja, pada pekerjaan di bidang seni. Memang ada, seorang penulis yang dikejar deadline 1 minggu untuk menerbitkan sesuatu yang didalamnya ada separuh jiwanya. Pekerja seni macam itu tidak bisa disamakan dengan pekerja karyawan yang berangkat pagi-pulang malam demi sesuap nasi. Ada kalanya pekerja seni malah tidak tahu waktu pagi dan malam, ada kalanya pula pekerja seni bisa berleha-leha besoknya kerja keras lagi.

Mereka pun tahu diri. Mereka tidak mengenal waktu, menjelajahi apa-apa yang hendak mereka tulis atau buat. Mereka tidak peduli seberapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk banyak orang. meskipun dimulai dari membuat untuk dirinya sendiri. Yah, kadangkala saya merasa pekerjaan inilah yang lebih keras ketimbang kerja siang-malam demi sesuap nasi. Haghaghag

Saya tahu diri. 
Dalam hal menggambar.
Meski menggambar adalah bidang yang sudah saya geluti sejak SD, meski menulis adalah bidang yang sudah saya geluti sejak SD (juga). Tapi ramah-tamah mereka untuk berhadapan dengan khalayak terhitung baru seujung kuku.

Masih banyak bertebaran di luar sana dengan kerja keras mereka yang mungkin lebih.
dan saya tahu diri.

Kerja keras dan usaha itu pada diri seseorang punya waktu yang berbeda-beda. Ada yang melewatinya begitu cepat, ada yang lambat, ada yang berhenti dijalan, ada yang jalan terus pantang mundur meski terseok-seok

Hitunglah 2011 saya kembali dengan kertas-kertas dan pensil dan sebuah alasan karena seseorang /plak
dan saya baru bisa menikmati sedikit usaha-usaha ini ditahun 2016. Lama. Memang. Jadi lebih baik? Tidak. Ternyata kepuasan itu tidak akan dan memang tidak boleh pernah cukup memenuhi ruang kerja keras.

Ya. Saya tahu diri.
Untuk segala sesuatu yang dihitung mundur, rencana dan target yang dulu juga pernah saya cita-citakan. Sebab saya tahu diri, ini diri saya. Diri saya yang mungkin berbeda dengan orang-orang hebat di luar sana.

Saya tahu diri, dan saya sering mundur teratur. Membenahi pelan-pelan sambil mengupayakan lagi hal-hal yang sanggup saya lakukan. Sebab proses itu memang tidak mengenal waktu
yang terpenting itu kan, jadi Lebih baik dari sebelumnya :""

You May Also Like

0 komentar

INSTAGRAM @ALYANAYLA