Mustinya Kita Bangga

by - Februari 05, 2017





Beberapa tahun belakangan ini, marak sekali orang-orang yang hijrah dari pekerja menjadi pengusaha. Dari yang kecil-kecilan sampai yang sudah besar.


Bahkan banyak yang menawarkan produk dengan embel-embel 'Gak Pakai Modal' atau apalah itu.

Bahkan banyak juga produk-produk MLM yang dulu pernah ada isu MLM itu haram.

Iya, haram, kalau uang yang dihasilkan tidak jelas atau gharar. Atau tiba-tiba dengan investasi modal segini, dan cari member sana-sini mengalirlah uang di ATM dengan sekejap. Mudah bukan menjadi kaya?

Oh tidak, menjadi kaya itu butuh proses. Kecuali kita adalah keturunan bangsawan yang hartanya tujuh turunan entah dari mana :(

dan beberapa tahun ke belakang, saya melihat sepertinya perekonomian Islam mulai menjamur. Tentunya berawal dari banyaknya orang-orang yang rata-rata muslim yang mulai bangkit menjadi pengusaha. Jualan Online dan membangun warung atau toko. Alhamdulillah.

Tapi ada beberapa hal yang membuat saya mengamati ulang, lalu merasa risih.
Berbisnis boleh, tapi yang perlu banget diperhatikan bagi seorang muslim yang baik adalah tentang 'barang yang dijual'

Apakah baik?
Berbicara perekonomian Muslim di bidang wirausaha sudah sangat baik, tetapi kalau melihat barang yang dijual belikan terkadang merasa Ekonomi belum benar-benar dikuasai ilmunya oleh orang-orang Muslim di Indonesia.

Tentang kehalal-an.
Suatu hari saya pernah berbincang dengan seorang teman lalu mempromosikan HPAI yang sistemnya katakanlah MLM tapi tidak seperti MLM kebanyakan, karena kami menyebutkan Halal Network. (silakan jika ingin penjelasan lebih lanjut hubungi gue hehe). Lalu teman saya mengatakan 'semua2 aja pakai embel halal'. Ah sedih,

kebanyakan masyarakat kita masih menganggap Halal adalah soal makanan. Ya, mungkin salah juga waktu itu pernah ada brand Jilbab yang bilang Jilbab Halal. Tapi satu sisi itu ada benarnya.

Masalah kehalalan menjadi krisis saat ini.
Halal bukan hanya makanan saja yang berlabel 'Halal', karena prosesnya yang aman dan jauh dari bahan-bahan haram.Padahal banyak juga dari kita yang makin lalai. Makan makanan yang ngetrend tanpa menyelidiki itu Halal atau tidak, makan ditempat yang makananya beragam tanpa mengecek itu halal atau tidak. Krisis bukan?

Bahkan barang seperti kosmetik, bahan obat dan pakaian pun banyak yang kita tidak ketahui kehalalannya. Wah apalagi kalau barang Online yang dijual 'made in bla bla bla' ya.

Mustinya Kita Bangga 

Balik lagi ke wirausaha yang menjual barang.
Kadang mereka hanya mengambil keuntungan yang banyak tanpa tahu barang aman atau halal untuk konsumen.
Kadang juga mereka membanggakan produk import ketimbang produk sendiri, padahal majunya produk dalam negeri karena support dari masyarakat sendiri, semakin baik supportnya semakin berkualitas toh ?

Kadang juga mereka tidak bangga, mereka hanya menjadi penjual yang pasif. Pasif dalam artian, mereka gencar promosi sana sini, membuat berita selling, tapi tidak menggunakan sendiri barang yang mereka jual. Mereka hanya mencari-cari testimoni dan mungkin membuat-buatnya? *eh maap 

Harusnya, kalau produk yang dijual bagus dan baik, mereka bangga. Bangga memakainya, bangga mengajak orang untuk ikut merasakan hasil dari produk yang dijual hehe.

Kayak bisnisnya HPAI, sistem PCA (Pakai, Cerita, Ajak). Bukan semata-mata bisnis hanya untuk mendapat keuntungan dan kesenangan, tapi ada nilai dakwah, ada nilai mengajak untuk hijrah ke produk punya muslim dan produk dalam negeri sendiri.

Yah, miris aja. Jual produk kok gak bangga sama prosuknya, gak pakai tapi promosi gede-gedean, seengaknya gunakan bahasa sendiri untuk menjual ke orang lain. Jadi, gak cuma untung  yang didapat, dakwahnya dapat, pahalanya dapat :) 

Tapi, seriusan loh ikutan HPAI mah gak pakai modal. Cuma Modal beli dulu dan konsumsi sendiri terus rasakan manfaatnya :D

You May Also Like

0 komentar

INSTAGRAM @ALYANAYLA