oh, hai?
-
Woah, it's been like... almost 20 years since i made this blog???
I remember when i made this blog i was in first year of senior high school.
that time...
2 hari yang lalu
dan kita kembali, seperti siang-siang atau sore-sore sebelumnya.
dan hujan turun tak disangka lebih dulu.
kita hanya bisa berteduh, kemudian saling cakap.
bertanya ini, bertanya itu atau hanya sekedar bercerita.
hujan kali ini tak kunjung berhenti, malah semakin deras bercampur kilat dan guntur.
menunggu hujan kita masih tetap berbincang, ditengah hati yang ingin menangis, tapi merasa berbahagia.
ah, hujan... mengapa engkau turun tiada henti, sehingga kebersamaan itu masih tetap ada, walau ditengah kilat sekalipun.
apa yang ada dibalik dirimu hujan? yang semakin lama deras yang turun.
di dunia ini, banyak ilmuwan meyakini tentang adanya dunia paralel.
Nah, dunia paralel adalah dunia yang berdampingan dengan dunia kita di mana semua hal yang terjadi di dunia nyata berkebalikan dengan yang terjadi di dunia paralel, dan begitu pula sebaliknya.
Misalnya, kalian melempar sebuah dadu, dan yang muncul adalah angka 5. Tentu saja itu hal yang sudah biasa kan? Di sini lah letak pengertian dunia paralel. Saat kita melempar dadu, sebetulnya kita memiliki 6 kemungkinan munculnya mata dadu, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Nah, dunia nyata adalah dunia di mana kemungkinan yang ada muncul sebagai sebuah kenyataan, yaitu ketika angka 5 muncul. Sedangkan ketika itu, muncul juga 5 dunia paralel di mana seharusnya mata dadu 1, 2, 3, 4, dan 6 yang muncul. Jadi, intinya, dunia paralel itu dunia yang terbentuk saat sebuah kemungkinan tidak terlaksana dalam dunia nyata.
Teori ini menurutku sendiri terdengar cukup aneh, karena dengan begitu semua orang memiliki dunia paralel sendiri yang terbentuk tiap detiknya. Namun, banyak ilmuwan, dan mungkin kebanyakan, malah memercayai teori ini. Memang, tidak ada seorang pun yang bisa membuktikan bahwa teori ini benar, karena penelitian yang berlangsung belum menghasilkan banyak informasi. Namun, kepercayaan mereka sama sekali tidak berubah, karena menurut mereka, sesuatu yang tidak terlihat belum tentu tidak ada. Berdasarkan kalimat itulah, banyak yang menganggap keberadaan dunia paralel itu nyata.
- Apakah waktu itu benar-benar ada, atau cuma bikinan manusia?
- Apakah waktu itu berjalan ke depan sehingga, ada kemungkinan, suatu saat, (dengan kecanggihan atau mistik) kita berjalan ke arah belakang (kembali ke masa lalu) atau ke depan (ke masa depan)?
- Mana yang lebih masuk akal: sebuah dunia yang paralel atau kemungkinan menjelajahi waktu (ke masa lalu atau masa depan)?
Satuan waktu emang buatan manusia.
Tapi "waktu" sendiri adalah resultan dari dimensi lain.
Waktu tidak ada tanpa adanya ruang dan gerakan. Waktu tidak pernah berdiri sendiri.
Black Hole contoh yang bagus di mana massanya sangat besar sehingga gravitasinya sangat besar. Sedemikian besarnya sehingga cahaya pun tak bisa menghindar dari sedotannya.
Tak ada ruang dan waktu di pusat blackhole karena tak ada ruang, tak ada gerak.
Tentang black hole masih terdapat banyak spekulasi, jadi tidak bisa ditentukan apa "isi" dan cara kerja dari black hole. Misalnya, ada teori Fisikawan yg berpikiran kalau jika ada black hole (tempat masuk), pasti harus ada white hole (tempat keluar). Satu lagi, black hole TIDAK selalu menyerap cahaya. Dlm sebagian besar kasus jarak antara cahaya dan black hole tidak cukup utk terjadi penyerapan, sehingga hanya terjadi PEMBELOKAN cahaya. Pembelokan ini juga mengakibatkan berbagai fenomena, bahkan lebih kompleks dari peristiwa penyerapan
Gravitasi yang besar menunjukkan massa yang besar. Semakin besar massa, gerak (perubahan) akan semakin lambat. Jadi "waktu" semakin lambat.
So, intinya, waktu adalah hasil interaksi dari dimensi lain. Yang lain tak ada, gerak tak ada, maka waktu tak ada.
Maka, pendapat untuk soal no.2, waktu tak berjalan ke depan, bukan seperti garis lurus. Masa lalu bertumpuk dan menjadi "masa sekarang". Jadi, mana mungkin orang kembali ke "masa lalu", sesuatu yang sudah gak ada lagi.
Kalau orang mampu kembali ke masa lalu, dia akan bisa ke ujung awal "waktu"= sebelum penciptaan alam atau saat alam mulai bergerak? Ini hal yang absurd.
Karena itu kita gak bisa kembali ke masa lalu.
Lalu, soal no. 3, yang lebih mungkin adalah kembali ke "masa lalu di dunia yang lain (dunia paralel)". Dunia modern di sini mungkin masih abad pertengahan di sana, atau abad ke-25 di sana.
Prinsip dunia paralel "melompat ke samping", bukan berjalan ke belakang atau ke depan. Soale, waktu bukan seperti garis lurus: masa lalu sudah tak ada, sudah membentuk "sekarang".
Dunia paralel "mungkin" saling terkait. Perasaan deja vu, (kok rasanya seperti pernah mengalami, tapi kapan ya...) disebut-sebut sebagai argumennya.
Probabilitas De Javu:
-Kebenaran konsep reinkarnasi
-Unconsciousness Astral Projection
-Paralel World
-ESP, misalnya remote viewing.
Tentang paralel world belum dpt dibuktikan, tapi alternatif 1,2, dan 4 sudah
sampe sekarang saya ga abis pikir, kenapa semua anak kecil itu demennya sama saya. emang apa istimewanya *LUCU! emang sya lucu!*, terus asik dipake maenan ama mereka yaak? hiii
ayah saya malah bilang : INI NGEBEL BUKAN SEBEL. preeett...
Nayla Nuha | Masmon's Wife | Farzan's Mom | (masih to be) Illustrator | dan ingin produktif menulis lagi di blog
Halo penghujung 2024, Rasanya memang cukup melegakan ketika menulis. Hari ini bagiku begitu melelahkan, syukurlah aku bisa tertidur sejen...