oh, hai?
-
Woah, it's been like... almost 20 years since i made this blog???
I remember when i made this blog i was in first year of senior high school.
that time...
2 hari yang lalu
lalu saya harus bagaimana, menyabarkan orang-orang yang tidak sabar. Semua mungkin merupakan cobaan.
Hmm, bersyukur, kalau begini saya keingat guru SD dan SMP UMMUL QURO, yang akhlaknya subhanallah. Sangat jujur, sabar dan senantiasa menjaga sikap, mampu menjadi guru-guru terbaik, mampu menjadi pengajar yang baik, mampu membawa kami mengarungi ilmu lebih luas :) Terimakasih Ibu, Bapak Guru SDIT dan SMPIT UMMUL QURO BOGOR :D
hayo ngaku aja deh kalau mau???
hmm aku kasih untuk kalian semua secara cuma-cuma degh gak pake syarat kalao mau ya ambil gak mau ya gak apa-apa NO pRob....
uxh capek juga yah udahan dulu ah bagi-bagi awardnya pokoknya gak pilih kasih teruntuk :
saudara-saudari semua ambill aja yang mana di pilih-di pilih bebas biaya apapun tanpa di pungut pajak
lewat pusaranAda 3 pria yang mencintai Mayumi; Shun yang tak terduga, Henry yang selalu membawa kebahagiaan, serta, Satoshi, sang Penolong Misteius.
Semua berawal ketika Mayumi diadopsi keluarga Nakano tumbuh menjadi gadis cantik yang lincah & cerdas. Lalu kebahagiaan Mayumi terempas saat seseorang yang dicintainya malah berusaha menodainya. Sekalipun masih ada yang melindunginya, Mayumi memilih meninggalkan kediaman Nakano. Mayumi sangat yakin, ketabahan hatinya akan menuntun kembali pada kebahagiaan. Dia yakin meski kerikil kehidupan selalu menghadang, luka perih dapat dibalutnya dengan doa. Hingga akhirnya waktu mempertemukan Mayumi dengan seorang mualaf pendiam yang cerdas.
Shun, Henry, & Satoshi. Siapakah di antara mereka yang menjadi belahan hati Mayumi? Bagaimana pula Mayumi mengelak dari upaya balas dendam yang selalu mengejarnya?
sejak kecil mereka berdua (mayumi dan satoshi) sudah pernah dipertemukan, di tengah hujan.
menguningNayla Nuha | Masmon's Wife | Farzan's Mom | (masih to be) Illustrator | dan ingin produktif menulis lagi di blog
Halo penghujung 2024, Rasanya memang cukup melegakan ketika menulis. Hari ini bagiku begitu melelahkan, syukurlah aku bisa tertidur sejen...