Seperti pernah melangkahkan kaki
Berucap perpisahan dengan pelukan dan lambaian
Ada cerita yang menunggu dibagikan
Sejumput doa dan kenangan
Diantara berartinya menunggu
Juga penantian kata pulang
Bukankah kau rindu?
Beruntunnya perjalanan
Sampai kau lupa rasanya nyenyak dalam tidur
Masing-masing memberikan senyun
Untuk menumpuk sebanyak-banyaknya kenangan
Padahal ada yang lebih terbingkai di dalam hati
Pagi yang tidak ada mentari
Dan malam yang menghilangkan lelahnya
Ah, kini aku cuma berada di senjanya...
Singgah barang sejenak,
-hutang puisinya banyak sekali. terlebih lagi ...
#Jakarta, 28 November 2014
oh, hai?
-
Woah, it's been like... almost 20 years since i made this blog???
I remember when i made this blog i was in first year of senior high school.
that time...
2 hari yang lalu
0 komentar